Friday, November 22, 2013

Retakan di Puncak Merapi Mengarah ke Utara dan Selatan

Gunung Merapi meletus, Senin 18 November 2013
Akibat erupsi freatik (gas) pada Gunung Merapi yang terjadi pada Senin, 18 November 2013, menyebabkan retakan sepanjang 230 meter di kubah lava Gunung Merapi. Warga lereng Merapi yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III dimita mengikuti arahan untuk pindah ke lokasi yang lebih aman yang telah disediakan oleh pemerintah.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Subandriyo, saat ini masih dilakukan analisis secara mendalam mengenai keretakan tesebut. Retakan di pucak Gunung Merapi ini mengarah ke utara dan selatan.

"Perlu analisis yang lebih dalam, ini semacam lobang. Tapi sejauh ini tidak ada perkembangan. jadi, umumnya tidak ada masalah. Struktur tidak ada masalah," katanya kepada VIVAnews.

Subandriyo menambahkan, sesuai kebijakan yang telah ditetapkan karena erupsi 2010, wilayah KRB III atau sektor selatan harus dikosongkan dari penduduk.

"Meski tidak semua wilayah KRB III. Dalam kebijakan tata ruang wilayah, kebijakan badan geologi memang harus dikosongkan," katanya.

Sementara untuk memantau aktivitas Gunung Merapi akibat retakan sepanjang 230 meter dan lebar 50 meter di kawasan puncak, direncanakan akan dipasang alat pemantauan di pos Pasar Bubrah.

"Sistem monitoring sudah memadai tapi untuk mendeteksi erupsi minor, seperti terjadi Senin kemarin kami perlu menambah peralatan, agar bisa menangkap gejala-gejala awal letusan," katanya.

Sementara saat disinggung siklus empat atau lima tahunan erupsi Gunung Merapi, Subandrio tidak mau memastikan hal itu. Padahal bila dilihat secara rata-rata, siklus ini akan terjadi pada 2014 mendatang.

"Erupsi mendatang memang dominan ke arah tengara seperti Sleman dan Klaten, ini jika melihat kejadian 2010. Tapi siklus merapi menunjukan ketidakteraturan. Terulang pasti dan secara rata-rata pada empat tahunan," katanya.

Akibat erupsi freatik  yang terjadi pada Senin, 18 November 2013, terjadi retakan di kubah lava Gunung Merapi. Perubahan signifikan ini terjadi akibat tenaga hembusan yang kuat saat terjadi letusan freatik. (ren)

0 comments:

Post a Comment

 
equityworld futures pusat