Tuesday, November 26, 2013

Kisah Tragis 'Romeo dan Juliet' dari Timur Tengah

Sumber VIVAnews - Equityworld Futures : Sungguh tragis kisah cinta yang dialami seorang wanita Arab Saudi bernama Huda al-Niran. Demi bisa menikahi pria pujaannya, Huda rela kabur dari rumahnya dan menyusul kekasihnya, Arafat Mohammed Tahar di Yaman.


Namun, malang, Huda malah ditangkap oleh otoritas Yaman, karena dianggap telah masuk tanpa izin ke negara itu. Laman Dailymail, Minggu, 24 November 2013 melansir, kini Huda berada di dalam bui dan memasuki tahap persidangan. 

Wanita berusia 22 tahun itu hadir di persidangan pada Minggu kemarin dan memohon kepada hakim agar diizinkan tetap berada di Yaman. Dia mengaku telah menentang keinginan keluarganya yang menolak menikahkannya dengan Arafat. 

Di dalam pengadilan, Huda bahkan menolak pengacara yang disediakan Kedutaan Besar Arab Saudi. Huda takut akan ditekan oleh pihak Kedubes agar segera kembali pulang ke rumah.

Hal itu lantaran, dia takut keluarganya akan menyiksanya karena telah kabur dari rumah.Tekanan bahkan telah dirasakan oleh Peme rintah Yaman, karena kisah cinta ala Romeo dan Juliet itu telah menarik perhatian luas publik. 

Untuk dapat membebaskannya dari ancaman pengusiran, Huda menerima pengacara yang disediakan oleh sebuah organisasi non Pemerintah Yaman bernama Hood. Menurut sang pengacara, Abdel Rakib al-Qadi, kasus ini diharapkan akan berakhir sesuai keinginan kliennya. 

"Ini merupakan sebuah kasus kemanusiaan dan seharusnya tidak membuat ketegangan di antara kedua negara," ujar Abdel. 

Sementara itu, di luar gedung pengadilan, para pendukung Huda berunjuk rasa dan berteriak: "Kami semua bersama Huda". 

Pada sidang kemarin, belum ada keputusan akhir yang diambil. Namun, apabila Huda terbukti bersalah, maka dia terancam akan diusir dari Yaman. Namun, Huda tidak berdiam diri begitu saja. 

Menurut perwakilan dari Komisi Tinggi PBB khusus pengungsi, Huda telah mengajukan permohonan suaka ke Yaman. Perwakilan dari Komite HAM (HRW) New York, Huda meminta suaka karena nyawanya sudah terancam. 

"Dia takut akan diberikan hukuman fisik oleh anggota keluarganya, yang dia sebut pernah memukulnya di masa lalu, jika dia kembali ke rumahnya di Saudi," ujar HRW dalam pernyataan tertulisnya. 

Namun, apabila suakanya dikabulkan oleh Pemerintah Yaman, maka otoritas berwenang akan kesulitan mengusirnya dari sana. Sidang akan dilanjutkan kembali pada 1 Desember mendatang.

0 comments:

Post a Comment

 
equityworld futures pusat