Thursday, November 7, 2013

Orangutan Disantap Jadi Lauk Pauk.

 Tiga warga di Pontianak ditangkap karena mengkonsumsi daging Orangutan
Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sempat dihebohkan dengan kabar orangutan dijadikan santapan lauk pauk warga di sana. Tiga warga yang diduga mengkonsumsi daging orangutan ini diamankan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dibantu jajaran kepolisian setempat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Siti Chadidjah Kaniawati, Rabu, 6 November 2013, menerangkan pihaknya melakukan penggerebekan di tempat lokasi kejadian perkara, dan melakukan penyitaan barang bukti.

"Sementara baru tiga orang warga diamankan dulu. Saat ini masih dalam pemeriksaan. Tadi itu konsepnya pengerebekan di TKP di sana. Barang bukti kami bawa semuanya, tengkorak orangutan, tangan orangutan dan daging orangutan yang sudah dimasak. Nanti langkah selanjutnya tergantung dari hasil penyelidikan,” terangnya saat ditemui VIVAnews di ruang kerjanya.

Chadidjah mengatakan, ketiga orang ini terancam melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Namun apakah perbuatan ketiga orang itu memenuhi unsur kesengajaan atau tidak, pihaknya masih mendalami.

"Nah nanti ini hasil dari interograsi bisa kita lihat yang bersangkutan terkena pasal yang mana,” jelasnya.

Sejauh ini kata Chadidjah, sebanyak empat ekor orangutan sudah tewas di Kalimantan Barat ini. BKSDA akan mengadakan pertemuan dengan LSM dan pemerhati lingkungan atas maraknya aksi pembunuhan Orangutan.

Seperti diketahui, seekor Orangutan atau Pongo pygmaeus berjenis kelamin jantan tertembak senapan angin seorang pemburu. Setelah tertembak di bagian rahang, Orangutan ini tak berdaya, lalu akhirnya tewas. Sesudah tewas, Orangutan ini justru dijadikan hidangan lauk pauk warga sekitar.

Peristiwa miris itu terjadi di dekat permukiman warga di Jalan Panca Bhakti, RT 05, RW 13, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa 5 November 2013. Menurut penuturan warga, saat orangutan ditemukan sudah dalam kondisi luka akibat tembakan.

"Dari pada sengsara begini orangutannya setelah ditembak, lebih baik dimakan saja. Kalau seandainya masih hidup, orangutan ini dipelihara,” kata Ignasius Mandor (50), warga setempat saat ditemui VIVAnews.

Kejadian serupa juga pernah terjadi. Dulu, saat ada pembukaan hutan di Kapupaten Ketapang, ada orangutan ditangkap dan akhirnya dijadikan santapan lauk pauk. "Jadi, bukan kali ini saja," ujarnya. (sj)

0 comments:

Post a Comment

 
equityworld futures pusat