Tuesday, November 19, 2013

Lagi, Candi Zaman Airlangga di Lamongan Dieskavasi

Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Satu lagi peninggalan diduga berasal zaman Airlangga ditemukan di Lamongan. Kali ini, peninggalan bangunan suci berupa candi ditemukan di daerah hutan Desa Patakan Kecamatan Sambeng.

Bangunan candi hampir setahun ini ditemukan, namun baru saat ini bangunan candi dieskavasi oleh tim Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur atau yang dulu dikenal dengan nama BP3 Trowulan. Bangunan candi yang kini sedang dieskavasi oleh BPCB letaknya tak jauh dari pemukiman warga.

Salah seorang arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Adi Nugroho mengatakan, dari struktur candi yang kini sedang dieskavasi setidaknya diketahui bentuk candi ini tidak simetris seperti bentuk candi-candi yang umum ditemukan. Saat ini, kata Wicaksono, proses eskavasi sudah sepanjang 10x12 meter.

"Hasil sementara diketahui kalau bangunan candi ini menghadap ke arah barat," kata Wicaksono kepada detikcom di lokasi, Senin (18/11/2013).

Wicaksono menuturkan, dari posisi candi yang menghadap ke arah barat dapat disimpulkan jika bangunan suci ini merupakan Candi Pendarmaan terhadap raja atau orang-orang penting pada zamannya. Wicaksono juga mengatakan, dari eskavasi ini juga diketahui bangunan ini telah mengalami perbaikan pada masa sesudahnya.

"Dari eskavasi awal ini kami hanya berkonsentrasi pada bangunan candinya agar bisa segera diketahui bentuknya," jelasnya.

Dari sejumlah prasasti yang ditemukan di desa yang sama dan juga bahan dasar pembuatan candi, kata Wicaksono, arkeolog BPCB berkesimpulan sementara bangunan candi ini peninggalan zaman kejayaan Airlangga abad 11 hingga 12. Saat itu mengalami pemugaran kedua pada masa kejayaan Majapahit.

 "Prasasti Patakan yang ditemukan di desa ini dan kini berada di Museum Nasional Jakarta juga menuturkan kalau tempat ini adalah sebuah kawasan sima atau tanah perdikan yang didarmakan kepada seorang raja," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dari proses eskavasi ini juga diketahui sebuah kompleks bangunan yang tidak hanya berdiri sendiri, namun berupa kompleks yang terdiri dari banyak candi dan situs-situs lainnya.

"Di sekitar sini kami juga menemukan adanya bekas pagar, bekas sungai dan dam atau bendungan air kuno serta keramik tembikar peninggalan masa lalu," katanya.

Ke depannya, Wicaksono berharap agar proses eskavasi bisa dilanjutkan kembali sehingga bisa diketahui benar pada masa apa sebenarnya candi ini dibangun. Situs yang terletak di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng ini sebenarnya sudah ditemukan hampir 1 tahun yang lalu, namun baru di eskavasi saat ini.

0 comments:

Post a Comment

 
equityworld futures pusat