Equityworld Futures Trillium Surabaya – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Kamis (29 Oktober 2026), seiring investor mengevaluasi keputusan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang sama-sama memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan mereka. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan mata uang greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun 0,2% ke level 102,02 pada sesi perdagangan New York. Sebaliknya, euro menguat tipis 0,1% terhadap dolar AS ke posisi 1,1162, sementara Poundsterling melonjak 0,3% ke level 1,3361, mencatatkan kenaikan pada sesi kedua berturut-turut. Pergerakan ini mencerminkan pergeseran sentimen investor menyusul keputusan bank sentral yang sebagian besar sesuai dengan ekspektasi pasar.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyetujui dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2 untuk mempertahankan suku bunga dalam rentang 3,75%–4,00%. Dua pejabat The Fed, Lisa Cook dan Beth Hammack, mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang mengindikasikan bahwa masih terdapat tekanan untuk pengetatan moneter di tengah kekhawatiran inflasi yang berlanjut di AS.
Sementara itu, ECB juga mempertahankan tiga suku bunga utamanya, dengan suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility rate) tetap berada di level 2,50%. Keputusan ini diambil di tengah lonjakan harga energi yang terus menimbulkan risiko inflasi bagi Zona Euro. Kedua bank sentral tersebut tidak memberikan petunjuk pasti mengenai langkah kebijakan mereka selanjutnya, sehingga membuat para investor terus menimbang kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
9:41 AM
PT Equityworld Futures Surabaya

Posted in: 





0 comments:
Post a Comment