Equity World Futures Surabaya – Dinamika dolar AS minggu ini juga dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Eskalasi terbaru, termasuk serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz, memicu spekulasi mengenai inflasi dan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter. Risalah rapat Federal Reserve (The Fed) dari tanggal 16-17 Juni menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara para pembuat kebijakan mengenai suku bunga, di samping kekhawatiran inflasi yang bersumber dari konflik Timur Tengah dan tingginya permintaan di sektor teknologi.
Pasar kini menantikan indikator inflasi utama AS, di mana laporan Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) bulan Juni dijadwalkan rilis pada hari Selasa dan Indeks Harga Produsen (IHP/PPI) pada hari Rabu. Data bulan Mei menunjukkan tekanan harga tahunan tertinggi sejak April 2023, sebagian disebabkan oleh lonjakan harga minyak. Namun, karena harga minyak telah kembali ke level sebelum konflik, para analis memprediksi bahwa puncak inflasi kemungkinan besar telah terjadi pada bulan Mei.
Para analis mencatat bahwa prospek kebijakan The Fed akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi yang akan datang. Sementara itu, mediator dari Oman dan Pakistan terus mendorong kedua belah pihak, baik AS maupun Iran, untuk mempertahankan dialog, meredam eskalasi, dan mencegah kembalinya pertempuran skala penuh. Situasi ini menciptakan lingkungan pasar yang berhati-hati dengan fluktuasi yang terbatas bagi dolar dan aset aman (safe-haven) lainnya.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
7:28 AM
PT Equityworld Futures Surabaya














