Equity World Futures Surabaya – Fundamental emas terus mendapat dukungan dari tingginya permintaan investasi. Impor bersih emas Tiongkok melalui Hong Kong melonjak sekitar 11% secara bulanan (month-on-month) pada bulan Juli. Namun, geopolitical safe-haven premium mendapat sedikit tekanan menyusul adanya kemajuan diplomatik terkait konflik Iran dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Penurunan tajam harga minyak—di mana kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman November diperdagangkan di kisaran US$ 85,99 per barel—juga berhasil meredakan ketakutan akan inflasi yang dipicu oleh sektor energi.
Analisis Berita (Newsmaker Analysis):
Secara fundamental, harga emas masih berada dalam jalur bullish, meskipun saat ini sedang memasuki fase konsolidasi. Dukungan utama berasal dari Indeks Dolar (DXY) yang ditransaksikan di bawah level 99 serta melandainya yield Treasury 10-tahun ke kisaran 4,62%.
Area Resistance: Level US$ 4.700 menjadi titik krusial; breakout yang valid di atas level ini berpotensi membuka jalan bagi emas untuk menuju area rentang US$ 4.720 – US$ 4.750.
Area Support: Sebaliknya, jika data PCE dirilis melampaui ekspektasi 3,3% dan pasar kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga Fed, harga emas berisiko terkoreksi dan menguji zona support di kisaran US$ 4.620 – US$ 4.600.
Untuk perdagangan hari ini, data PCE bertindak sebagai katalis paling krusial sebelum perhatian pasar beralih sepenuhnya pada pidato Kevin Warsh di Jackson Hole hari Jumat mendatang.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
7:53 AM
PT Equityworld Futures Surabaya














