Equity World Futures Surabaya – Harga emas melemah setelah serangkaian serangan militer di kawasan Teluk Persia meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat. Di saat yang sama, kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama dan membuat suku bunga tetap tinggi untuk periode yang lebih panjang.
Harga emas sempat turun hingga 1,9% seiring penguatan dolar AS. Bentrokan antara AS dan Iran di sekitar Selat Hormuz menunjukkan bahwa tensi operasional masih tinggi, meskipun kedua pihak mengklaim ada kemajuan menuju kesepakatan sementara.
Volatilitas energi kembali menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan emas. Harga minyak bergerak sangat fluktuatif setelah perkembangan terbaru di Timur Tengah, dengan Brent kembali menembus US$100 per barel setelah sebelumnya anjlok lebih dari 7% pada hari Senin.
Situasi ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa negosiasi dengan Teheran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali jalur Selat Hormuz masih berlangsung. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga mengatakan bahwa pembicaraan kemungkinan masih memerlukan beberapa hari lagi.
Menurut TD Securities, optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan memang memberikan sedikit dukungan bagi pasar, namun kondisi tetap rapuh karena risiko inflasi masih membayangi logam mulia dan para trader cenderung mengambil posisi jual.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
8:00 AM
PT Equityworld Futures Surabaya

Posted in: 





0 comments:
Post a Comment